Birokrasi yang Represif

    Belakangan ini, birokrasi mulai sering menggunakan kekuasaannya untuk mengancam kebebasan berpendapat para mahasiswanya. Hal itu sangat bertolak belakang dengan semangat reformasi.

    Meskipun reformasi telah berjalan 23 tahun, namun kebebasan berpendapat dan berekspresi masih rentan diintervensi jalur represif oleh oknum-oknum yang tak bertanggungjawab. Jika hal ini masih berlanjut, maka UNY benar-benar darurat akal sehat.

    Birokrasi tidak seharusnya menggunakan cara represif untuk menyelesaikan persoalan kemahasiswaan, itu cara primitif. Dan tidak semua penyelesaian persoalan diselesaikan dengan jalur hukum jika hanya terkait ranah kritik dan berpendapat. Hal itu tidak menyelesaikan masalah, justru terlihat mengamputasi ranah kebebasan.

    Jika ruang-ruang berpendapat dan berekspresi semakin menyusut, maka apa lagi yang diharapkan dari kampus sebagai benteng terakhir demokrasi. Alam kampus yang harapannya menjadi alam demokratis kini menjadi alam yang paling represif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemilwa UNY 2021 dan Gerakan Politik Alternatif

Menilik UNY Menuju PTN-BH

Rindu Sahabat