Postingan

Pemilwa UNY 2021 dan Gerakan Politik Alternatif

Pergantian kepemimpinan adalah suatu keniscayaan. Pemilwa 2021 sudah memasuki perjalanan menuju babak akhir untuk menetapkan penyambung estafet kepengurusan. Calon-calon sudah mantap mencalonkan diri menjadi orang yang pantas untuk dipercayai mahasiswa untuk memimpin. Mahasiswa seharusnya berharap dan berpihak pada orang yang benar-benar baik. Dalam filterisasi calon-calon terbaik, pergerakan mahasiswa perlu menghimpun politik alternatif sekaligus mengambil celah-celah regulasi dalam politik elektoral. Kita tak bisa terus-menerus mengesampingkan politik elektoral, sebab pemilwa adalah salah satu mekanisme yang paling berpengaruh untuk menerjemahkan kepentingan gerakan menjadi kebijakan.  Ada beberapa ruang yang sebetulnya bisa digunakan untuk siapapun yang hendak membawa politik alternatif ke ranah elektoral dan pemerintahan eskekutif mahasiswa. Ruang pertama adalah pemilihan ketua bem dari jalur independen (non ormek) atau yang dari ormek tapi dipercayai semua mahasiswa. Mengusung...

Ketimpangan Pendidikan Yang Menjamur: Menyoal Kampus Wilayah Yang Kian Termarginalkan Oleh Birokrasi UNY

Pendahuluan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) adalah institusi pendidikan tinggi yang berpusat di Karangmalang, Sleman. Dalam perkembanganya, UNY mulai melebarkan sayapnya untuk memberikan pendidikan ke daerah-daerah di luar kampus pusat. Dibuktikan dengan dibangunnya kampus-kampus di berbagai wilayah di Provinsi DIY, mulai dari di Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulon Progo, dan terakhir di Kabupaten Gunungkidul. Pembangunan kampus wilayah tersebut tidak terlepas dari tujuan UNY untuk memeratakan pendidikan di Provinsi DIY. Namun, dalam berjalannya dinamika di internal kampus-kampus UNY tidak terlepas dari polemik di dalamnya. Permasalahan UKT dan UPPA, Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, PTN-BH, kekerasan seksual di kampus, fasilitas kampus, proses belajar dan mengajar, dan hingga penyelenggaraan kampus wilayah tidak luput dari masalah. Permasalahan UNY Kampus Wates, Kulon Progo contohnya, kampus yang didominasi dengan jurusan vokasi (diploma) tersebut be...

Optimalisasi Peran Pemuda dalam Pemulihan Ekonomi Bangsa Pasca Pandemi

Pandemi Covid-19 dan Dampaknya bagi Masyarakat      Sudah hampir dua tahun Indonesia menderita pandemi Covid-19, tentu menimbulkan banyak dampak di berbagai sektor kegiatan masyarakat. Keadaan ekonomi masyarakat menjadi bagian yang terdampak paling besar dari pandemi Covid-19, terkhusus bagi yang menggantungkan usahanya lewat UMKM dan koperasi karena perubahan kondisi sosio-ekonomi. Masa pandemi Covid-19 yang masih ada hingga kini menuntut pemerintah mengeluarkan kebijakan pembatasan sosial yang menghambat kegiatan perekonomian yang berakibat pada resesi ekonomi jika tidak diatasi. Akan tetapi, untung saja saat ini ekonomi masyarakat perlahan mulai pulih dari ancaman resesi, walaupun belum sepenuhnya dapat membaik ke keadaan semula. Maka, dibutuhkan peran pemuda dalam menggagas strategi pemulihan ekonomi pasca pandemi dengan menyertakan kolaborasi semua elemen masyarakat.      Pemuda adalah penerus pembangunan bangsa dan negara, terutama dalam pengembangan ...

Pasca Aksi Nasional “Titik Nadir KPK”

Hidup Mahasiswa! Hidup Mahasiswa Indonesia! Hidup Rakyat Indonesia! Assalamualaikum Wr. Wb.      Pada hari Senin, 27 September 2021, BEM KM UNY bersama BEM SI dan GASAK (Gerakan Selamatkan KPK) menggelar aksi nasional di depan Gedung Merah Putih KPK dengan mengajak seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa di seluruh Indonesia. Aksi ini sendiri dilatarbelakangi oleh pelemahan KPK yang dibuktikan dengan pemecatan 57 pegawai KPK, Tes Wawasan Kebangsaan KPK yang maladministrasi, ketua KPK yang tidak menghiraukan rekomendasi dari Komnas HAM dan Ombudsman, dll. Hal-hal tersebut menjadi masalah genting di tubuh KPK hingga saat ini, sehingga tujuan aksi nasional kemarin adalah menuntut pemerintah untuk segera menuntaskannya. Dari hal itu lah aksi nasional kali ini bertajuk “Aksi Nasional “Titik Nadir KPK”. Adapun tuntuan aksi tersebut adalah batalkan pemecatan 57 pegawai KPK, menuntut Firli Bahuri mundur dari jabatannya sebagai ketua KPK, menuntut Jokowi untuk bertanggung jawab at...

Hari Tani 2021: Cerita Perampasan Tanah yang Tak Pernah Usai

    Pada tanggal 24 September 2021 diperingati sebagai Hari Tani Nasional. Indonesia sebagai negara agraris dan suburnya lahan pertanian, membuat profesi petani mempunyai peran penting karena sejak dulu hingga sekarang, profesi petani adalah sebagai penjaga ketahanan pangan. Tetapi kondisi pertanian saat ini semakin miris karena maraknya konflik agraria berupa perampasan tanah oleh oligarki. Konflik agraria adalah pertentangan klaim yang berkepanjangan mengenai siapa yang berhak atas akses pada tanah, sumber daya alam (SDA), dan wilayah antara suatu kelompok rakyat pedesaan dengan badan penguasa/pengelola tanah yang bergerak dalam bidang produksi, ekstraksi, konservasi, dan lainnya; dan pihak-pihak yang bertentangan tersebut berupaya dan bertindak, secara langsung maupun tidak, menghilangkan klaim pihak lain.      Konflik agraria merupakan isu yang selalu muncul dan selalu aktual dari masa ke masa, seiring dengan bertambahnya penduduk, perkembangan pembangu...

Usut Tuntas Kasus Teror Bom Molotov Ke Kantor LBH Yogyakarta

“Kami sama sekali tidak takut, kejadian ini justru menambah semangat kami untuk maju membela masyarakat miskin korban ketidakadilan.” Yogi Zul Fadhil, Direktur LBH Yogyakarta      Kantor LBH Yogyakarta diserang bom molotov pada Sabtu pagi pekan lalu. Teror itu terjadi ketika para pengacara publik LBH Yogyakarta sedang mengadvokasi sejumlah pengaduan masyarakat. Contoh kasus tersebut adalah penolakan warga Wadas terhadap pembaruan penetapan lokasi pengadaan tanah untuk pembangunan Bendungan Bener, kasus pemecatan dosen Universitas Proklamasi 45, dan masih banyak kasus lainnya.      Teror bom molotov ke kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta harus dikutuk. Akan tetapi, tentu tak cukup hanya itu. Teror berulang atas lembaga prodemokrasi dan pengaduan publik tersebut harus diusut tuntas oleh polisi. Negara tidak boleh abai terhadap kejahatan yang ingin membungkam kelompok dan lembaga yang bersuara kritis. Seharusnya tidak sulit bagi polisi mengungkap kas...

Ngaji "Agama" dari Perjuangan Rakyat Wadas

     Diskusi dengan GEMPADEWA tempo hari membuka kenyataan bahwa agama adalah pedoman hidup, entah dalam konteks spiritual dan juga jalan perjuangan. Di Wadas sendiri, rakyatnya selalu bertawakal dan berikhtiar sebagai perlawanan mereka melawan setan tanah. Hal itu tentu menjadi otokritik bagi agama, pemuka agama, dan penganutnya dengan bagaimana sudah seharusnya ketiga elemen tersebut hadir melawan kedzaliman oligarki. Dilain sisi, selain penguasa politik, pemuka agama juga memiliki pengaruh yang signifikan dalam hal mobilisasi massa keagamaan. Otoritas yang dimiliki para pemimpin agama menjadi senjata ampuh yang bahkan mampu mengontrol preferensi politik umat.       Jika demikian, apa saja peran agama di bumi oligarki ini? Apakah agama-agama menjadi pemeran yang bekerja sama dengan penganutnya melawan ketertidansan oleh rezim? Apakah agama-agama menjadi corong kekuasaan kaum oligark dengan cara menyokong akumulasi kapital dari kekayaan negara? Dalam ...