Menyorot Tema Dies Natalis UNY Ke-57
Selamat Ulang Tahun! Kalimat yang pertama terucap untuk memperingati Ulang Tahun Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ke-57. Tepat pada tanggal 21 Mei, 57 tahun yang lalu kampus ini berdiri dan selama itu pula tak henti-hentinya mendidik putra-putri bangsa. Pada kesempatan kali ini, UNY mengusung tema “Pendidikan Bermutu untuk Membangun Peradaban Baru”, dari hal itu tentu menimbulkan pertanyaan. Pendidikan bermutu itu yang seperti apa? Peradaban baru bagaimana yang akan dibangun? Lalu apakah pendidikan sejauh ini belum bermutu untuk membangun peradaban? Pertanyaan tersebut merupakan sebuah refleksi yang berkaitan antara kondisi pendidikan dengan peradaban, terutama di masa pandemi seperti ini.
Pendidikan hakikatnya sebagai usaha sadar yang dibutuhkan untuk menyiapkan manusia demi menunjang perannya di masa mendatang. Upaya pendidikan yang dilakukan oleh suatu bangsa tentu memiliki hubungan yang sangat signifikan dengan rekayasa bangsa di masa mendatang karena pendidikan merupakan salah satu kebutuhan asasi manusia. Di lain sisi, peradaban adalah bentuk budaya paling tinggi dari suatu kelompok masyarakat yang dibedakan secara nyata dari makhluk-makhluk lainnya dan dalam konteks luas untuk merujuk pada seluruh atau tingkat pencapaian manusia dan penyebarannya (peradaban manusia atau peradaban global). Peradaban mencerminkan kualitas kehidupan manusia dalam masyarakat dengan diukur dari ketenteraman, kedamaian, keadilan, dan kesejahteraan yang merata. Dalam membangun peradaban, kita harus terus berupaya untuk mewujudkan tatanan hidup yang lebih baik dengan meningkatkan taraf pendidikan yang memadai, penguasaan ilmu pengetahuan, dan keterampilan.
Berbagai upaya pembaharuan pendidikan telah dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, namun sejauh ini belum menampakkan hasil maksimal. Sistem pendidikan yang dibangun harus disesuaikan dengan tuntutan zaman agar pendidikan dapat menghasilkan outcome yang relevan dengan tuntutan zaman. Peranan pendidikan sangat besar pengaruhnya dalam membangun peradaban hidup karena suatu masyarakat tergantung dangan tingkat pendidikan dan pengetahuan yang dimiliki. Sehingga, pendidikan bertujuan mencetak generasi agar lebih berprestasi dalam bidang ilmu pengetahuan tertentu dengan tambahan nilai-nilai moral, makin baik perannya dalam kehidupan lingkungan dan masyarakatnya, dan persiapan untuk menghadapi pekerjaan kelak.
Pandemi Covid-19 telah mengubah peradaban manusia, terutama di bidang pendidikan. Hampir semua aktivitas pembelajaran dialihkan menjadi pembelajaran dari rumah dengan sistem belajar online atau daring (dalam jaringan). Pada kenyataanya, pembelajaran online masih belum dapat dilaksanakan dengan baik karena berbagai kendala yang terjadi. Di antaranya fasilitas yang kurang mendukung, kondisi ekonomi yang masih cukup rendah sehingga tidak mampu untuk membeli kuota internet, kondisi geografis yang dapat mengakibatkan jaringan internet yang tidak stabil, serta literasi digital masyarakat yang kurang dapat mengkibatkan pada pembelajaran online yang tidak dapat berjalan dengan optimal. Hal tersebut tentu berpengaruh terhadap terpenuhinya memperoleh pendidikan yang bermutu bagi peradaban bangsa.
Perlu adanya kebijakan alternatif agar bagaimana pendidikan dilakukan dan di implementasikan pada peradaban yang sudah berubah atau bagaimana pendidikan itu bisa membangun perilaku masyarakat untuk menghadapi pandemi ini. Penjelasan pendidikan di atas tadi dapat diasumsikan bahwa pendidikan adalah untuk merubah perilaku seseorang dari hal yang negatif ke arah positif atau dari yang positif ke yang lebih baik lagi. Sehingga harus menyiapkan rancangan/implementasi pendidikan yang bermutu supaya pada suatu saat nanti, melaksanakan pendidikan secara utuh maka semua hal bisa diatasi di masa pandemi ini karena dalam pendidikan bermutu seharusnya sudah mempersiapkan pendidikan yang adaptif dan fleksibel yang akan memberikan sumbangsih terhadap proses pembelajaran di perguruan tinggi, menengah, maupun dasar.
Pembelajaran secara daring saat ini sudah menjadi peradaban. Peradaban dalam era pandemi Covid-19 karena mobilitas yang tidak banyak sehingga banyak yang tidak siap, terutama penyiapan kurikulum standar proses pembelajaran. Untuk mendapatkan standar kelulusan yang cukup maka perlu standar proses yang baik. Sebagai contoh, pembelajaran praktik tidak mungkin dilakukan secara virtual, akan tetapi di masa pandemi ini, pembelajaran tatap muka harus dibatasi tidak banyak orang. Sementara standar proses harus dengan praktik langsung sehingga perlu menyiapkan pendidikan yang bermutu. Saat ini yang paling penting adalah pada perubahan atau penyesuaian pada standar proses. Standar prosesnya harus diubah untuk mencapai standar kelulusan tertentu. Hal ini tentu proses di pandemi ini berbeda sebelum pandemi dengan pasca pandemi.
Dari penjelasan di atas dapat dilihat hubungan pendidikan dengan peradaban itu saling berkaitan. Peradaban baru di masa pandemi akan maju jika dibangun oleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan keadaan. Membangun peradaban baru ini harus dimulai dengan membangun pemikiran masyarakat yang diselenggarakan melalui pendidikan bermutu, meskipun tidak berarti kita berhenti membangun bidang-bidang lain. Jika masyarakat dengan peradaban yang maju, cenderung memiliki pendidikan yang maju, demikian sebaliknya. Perlu adanya alternatif kebijakan yang dapat membuat semua elemen mendapat pendidikan yang bermutu, terutama di masa pandemi Covid-19 ini. Selain itu, pendidikan juga harus didukung oleh pengajar yang berkualitas; media yang mendukung pembelajaran; peran orang tua, sekolah, lingkungan, dan masyarakat supaya pendidikan benar benar dapat membangun peradaban hidup yang lebih baik. Tantangan-tantangan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah secara umum dan UNY secara khusus tentunya.

Komentar
Posting Komentar