Ok Boomer

    Banyak komentar dari oknum boomer dalam kritikan BEM UI ini, seperti jamanku dulu gini... mahasiswa sekarang udah gak ada taringnya...  sana balik lagi main pubg... bla bla bla, ini adalah sebuah kecacatan dalam berlogika. Mereka menggeneralisasi fakta yang belum terbukti benar sebagai referensi dalam berpendapat. 

    Dari komentar-komentar tersebut kita dapat melihat kerangka berpikir oknum boomer dalam memandang generasi muda (mahasiswa). Mereka berusaha menunjukkan dominansi generasinya sebagai pihak yang lebih unggul dan berwawasan dalam perkara pengalaman, demonstrasi, eksistensi, dll. Padahal, semakin menuanya usia seseorang belum tentu berbanding lurus dengan perkembangan kemampuan dan psikologisnya. Bukankah akan lebih bijaksana apabila fokus kriteria lebih dititikberatkan kepada kompetensi dan kapabilitas antar generasi?.

    Mungkin hal itu hanyalah segelintir kisah dari derasnya perlakuan ageisme terhadap generasi muda di Indonesia. Penting dicatat bahwa kita tidak bisa terus-menerus berpura-pura rabun akan kekeliruan ini. Pemuda bukanlah subspesies dari manusia, melainkan juga Homo sapiens sapiens seutuhnya. Layaknya diskriminasi serta stratifikasi berbasis ras dan gender, ageisme juga pantas untuk digugat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemilwa UNY 2021 dan Gerakan Politik Alternatif

Menilik UNY Menuju PTN-BH

Rindu Sahabat