Pasca Aksi Nasional “Titik Nadir KPK”
Hidup Mahasiswa!
Hidup Mahasiswa Indonesia!
Hidup Rakyat Indonesia!
Assalamualaikum Wr. Wb.
Pada hari Senin, 27 September 2021, BEM KM UNY bersama BEM SI dan GASAK (Gerakan Selamatkan KPK) menggelar aksi nasional di depan Gedung Merah Putih KPK dengan mengajak seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa di seluruh Indonesia. Aksi ini sendiri dilatarbelakangi oleh pelemahan KPK yang dibuktikan dengan pemecatan 57 pegawai KPK, Tes Wawasan Kebangsaan KPK yang maladministrasi, ketua KPK yang tidak menghiraukan rekomendasi dari Komnas HAM dan Ombudsman, dll. Hal-hal tersebut menjadi masalah genting di tubuh KPK hingga saat ini, sehingga tujuan aksi nasional kemarin adalah menuntut pemerintah untuk segera menuntaskannya. Dari hal itu lah aksi nasional kali ini bertajuk “Aksi Nasional “Titik Nadir KPK”. Adapun tuntuan aksi tersebut adalah batalkan pemecatan 57 pegawai KPK, menuntut Firli Bahuri mundur dari jabatannya sebagai ketua KPK, menuntut Jokowi untuk bertanggung jawab atas pelemahan KPK, mendesak KPK untuk selalu konsisten memberantas korupsi, dan mendesak KPK untuk segera menyelesaikan kasus korupsi di Indonesia.
Aksi tersebut dimulai dengan menyebarkan pencerdasan mengenai pelemahan KPK, lalu dilanjut dengan propaganda kondisi KPK, hingga diadakannya konsolidasi membahas keberangkatan aksi ke Gedung KPK, dan selanjutnya mengkoordinir massa aksi dari UNY yang berangkat. Massa aksi dari UNY berangkat dari Jogja ke Jakarta pada tanggal 26 September pada jam 15.00 WIB dengan dua bus bersama kampus Stikes Surya Global dan Universitas Sebelas Maret. Keesokan harinya, sekitar pukul 07.00 WIB massa aksi dari UNY, SSG, dan UNS sampai ke Jakarta dengan titik kumpul di kampus PGSD UNJ. Pada pukul 10.00 WIB massa aksi yang bertambah menjadi beberapa kampus yaitu UNY, UNJ, SSG, UNS, UMP, Unsoed, dll dan langsung berangkat ke titik kumpul aksi di Gedung KPK lama. Sekitar pukul 11.00 WIB massa aksi sudah sampai ke Gedung Merah Putih KPK sambil membentangkan banner dan poster bertuliskan beberapa tuntutan tetapi sebelum mendekati gedung KPK sudah dihadang polisi dahulu. Selama dihadang polisi, massa aksi berorasi mengenai KPK dan melayangkan tuntutan dari perwakilan setiap kampus hingga massa aksi bertambah dari kampus PNJ, Polimedia, ITB, IPB, dll. Beberapa kali, massa aksi mendesak masuk dengan saling dorong dengan polisi, tetapi bukan dipersilakan masuk malah beberapa mahasiswa mendapat tindakan represif dengan ditendang, dipukul, dan ditarik oleh polisi. Hingga akhirnya aksi tetap di lokasi awal dengan harapan aksi nasional tersebut bisa dilihat pemerintah dan masyarakat sekitar untuk selalu ingat dan peduli dengan kondisi KPK. Pada pukul 16.00 WIB, koordinator umum aksi membacakan pernyataan sikap kepada pemerintah dan ketua KPK. Hingga aksi selesai pada jam 16.30 WIB lalu massa aksi mulai membubarkan diri dengan tertib.
Pasca aksi tersebut perlu ditegaskan bahwa tujuan aksi nasional adalah segera dituntaskannya permasalahan KPK. Akan tetapi sangat disayangkan, massa aksi telah diblokade oleh pihak kepolisian sejauh 200 meter dari Gedung Merah Putih KPK, massa aksi tidak diperbolehkan untuk aksi di depan Gedung Merah Putih KPK dan pihak KPK juga tidak ada yang menemui massa aksi. Bahkan, ada beberapa pihak KPK yang berdiri di balkon gedung Merah Putih KPK dan hanya menjadikan aksi ini sebagi tontonan dari atas gedung, serta ternyata Pak Firli Bahuri tiba tiba pada saat yang bersamaan ada kunjungan kerja Ke Jambi. Karena tuntutan dan aspirasi dari massa aksi tidak didengar, maka BEM KM UNY, BEM SI, dan GASAK melakukan pernyataan sikap atas kekecewaannya dan akan kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih banyak. Perjuangan mengawal pelemahan KPK ini harapannya tidak berhenti setelah aksi ini saja, kami juga berharap kawan-kawan semua selalu peka dan kritis atas permasalahan KPK saat ini dan waktu yang akan datang karena keadilan belum terwujud.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Hidup Mahasiswa!
Hidup Mahasiswa Indonesia!
Hidup Rakyat Indonesia!
Komentar
Posting Komentar