Optimalisasi Peran Pemuda dalam Pemulihan Ekonomi Bangsa Pasca Pandemi

Pandemi Covid-19 dan Dampaknya bagi Masyarakat

    Sudah hampir dua tahun Indonesia menderita pandemi Covid-19, tentu menimbulkan banyak dampak di berbagai sektor kegiatan masyarakat. Keadaan ekonomi masyarakat menjadi bagian yang terdampak paling besar dari pandemi Covid-19, terkhusus bagi yang menggantungkan usahanya lewat UMKM dan koperasi karena perubahan kondisi sosio-ekonomi. Masa pandemi Covid-19 yang masih ada hingga kini menuntut pemerintah mengeluarkan kebijakan pembatasan sosial yang menghambat kegiatan perekonomian yang berakibat pada resesi ekonomi jika tidak diatasi. Akan tetapi, untung saja saat ini ekonomi masyarakat perlahan mulai pulih dari ancaman resesi, walaupun belum sepenuhnya dapat membaik ke keadaan semula. Maka, dibutuhkan peran pemuda dalam menggagas strategi pemulihan ekonomi pasca pandemi dengan menyertakan kolaborasi semua elemen masyarakat.

    Pemuda adalah penerus pembangunan bangsa dan negara, terutama dalam pengembangan ilmu pengetahuan sebagai salah satu faktor yang dapat mendorong kemajuan ekonomi. Karena selain belajar, pemuda juga memiliki tanggung jawab besar untuk berkontribusi secara aktif dalam pembangunan masyarakat saat ini. Sehingga perlu dimengerti bahwa ilmu yang dipelajari di sekolah perlu diterapkan di kehidupan sehari-hari. Terlebih pada masa pandemi yang masih berlangsung dan berkepanjangan ini memerlukan adanya pemulihan ekonomi dalam bidang UMKM dan koperasi. Hingga saat ini pemerintah mempunyai solusi khusus di bidang ekonomi yaitu mendorong sektor UMKM dan koperasi sebagai “Lokomotif Pemulihan Ekonomi Nasional”. Hal yang dilakukan adalah dengan menyiapkan visi Penguatan Ekonomi Nasional, dengan pertimbangan bahwa 99% populasi usaha, 97% lapangan kerja, serta 60% PDB adalah berasal dari bidang UMKM dan koperasi.

 

UMKM dan Koperasi sebagai Salah Satu Solusi

    Pandemi Covid-19 memunculkan hal yang buruk, tetapi juga ada kesempatan yang meyakinkan masyarakat melihat sisi lain dalam ekonomi dan berbisnis. Terbukti UMKM dan koperasi yang dipercaya sebagai praktik nyata kekuatan ekonomi masyarakat dapat berlaku dalam ruang hidup keseharian. Sehingga, di Indonesia, pemberdayaan UMKM dan koperasi perlu dilakukan secara konsisten dari dulu hingga sekarang di tengah pandemi Covid-19 oleh pemerintah dan masyarakat. Hal ini menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat harus bergotong royong menggagas UMKM dan koperasi yang setelah sekian lama terdampak pandemi, menjadi suatu solusi. Kolaborasi tersebut dapat dijalankan melalui berbagai usaha, seperti adanya pelatihan dan pengembangan digitalisasi UMKM dan koperasi dari pemerintah atau swasta. Dari pengembangan digitalisasi ini, UMKM dan koperasi bisa menjadi solusi yang mutakhir dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi.

    Digitalisasi tersebut bisa dimulai dengan membuat UMKM dan koperasi memanfaatkan media sosial untuk memasarkan barang dan jasa memakai marketplace untuk menawarkan produk secara daring. Di sisi lain, terciptanya uang digital dengan cara cashless lainnya mempermudah jual beli tanpa kontak fisik yang pastinya menjadi salah satu upaya menekan penyebaran pandemi Covid-19 sekaligus menarik pelanggan. Lalu, media digital juga dapat digunakan untuk pendataan seperti jumlah barang yang terhubung secara daring dengan mitra usaha UMKM dan koperasi, sehingga mempermudah untuk memasok barang dari unit usaha yang bekerja sama dengan koperasi tersebut. UMKM dan koperasi dapat memanfaatkan kebutuhan sehari-hari masyarakat di masa pandemi menjadi peluang barang dagangan untuk dipasarkan. Contohnya, di masa pandemi ini masyarakat pasti membutuhkan wadah untuk memperoleh kebutuhan seperti masker, sabun tangan, dan hand sanitizer untuk melindungi diri dari penyebaran virus Covid-19. Tentu yang pasti UMKM dan koperasi harus dapat memutar otak untuk kreatif menciptakan kebutuhan kebutuhan sehari-hari yang dapat dibuat sesuai kreativitas yang dimiliki.

    Lalu, UMKM dan koperasi juga perlu memanfaatkan peran dari generasi muda untuk berpartisipasi aktif bekerja sama dalam mengembangkan koperasi. Generasi muda yang salah satunya terdiri dari pelajar dan mahasiswa pastinya akan menemukan kebosanan dalam menjalani keseharian di masa pandemi jika terus-terusan di rumah. Pemuda memerlukan terciptanya wadah yang baik untuk memanfaatkan waktu luangnya ketika di luar jam sekolah atau kerja. Generasi muda yang seharusnya kreatif dan mampu melihat peluang inovasi di masa pandemi seperti ini. Melalui partisipasi mereka dapat melanggengkan gagasan UMKM dan koperasi sebagai salah satu solusi pemulihan ekonomi. Sehingga, pemuda bisa menggagas perannya mulai dengan mengembangkan berbagai usaha UMKM dan koperasi berbasis digital yang berguna di masa pandemi.

 

Peran Pemuda dalam Pemulihan Ekonomi Bangsa

    Kontribusi pemuda yang bisa dilakukan dalam pengembangan ekonomi pasca pandemi tersebut bisa dimulai dari pembelajaran. Pembelajaran ilmu pengetahuan yang bermanfaat untuk pengembangan UMKM dan koperasi dapat dipelajari oleh pemuda dari bermacam-macam bidang ilmu. Pemuda dari bidang ilmu pengetahuan sains dan teknologi dapat menerapkan pengetahuan mengenai optimalisasi produksi melalui bermacam-macam teknologi serbaguna, contohnya perkakas industri dan penggunaan aplikasi berbasis digital untuk menyokong kegiatan usaha. Lalu, seorang pemuda dari bidang ilmu komputer dapat menerapkan sistem jaringan teknologi informasi untuk membuat aplikasi digital yang berguna membantu pendataan, proses jual beli, dan lain sebagainya. Setelah itu, seorang pemuda dari bidang ilmu ekonomi dapat menerapkan bentuk manajemen yang efektif untuk memaksimalkan proses produksi, distribusi, dan konsumsi yang dapat berguna bagi usaha UMKM dan koperasi.

    Setelah dari pembelajaran, pemuda dapat meneruskan penelitian dan pengembangan yang mengkaji penyelesaian permasalahan di masyarakat, seperti pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Melalui bermacam-macam ilmu yang dipelajari semasa sekolah, pemuda dapat menerapkannya untuk membangun sektor UMKM dan koperasi, seperti inovasi produk berbentuk agroindustri yang memanfaatkan sumber hayati daerah. Kontribusi pemuda melalui penelitian dilaksanakan dengan cara meneliti bermacam-macam hambatan yang dihadapi oleh UMKM dan koperasi seperti kurangnya optimalisasi teknologi dan penggunaan potensi daerah. Setelah itu, pemuda dapat menyalurkan pengetahuan digital untuk menuju digitalisasi UMKM dan koperasi sebagai alternatif metode jual beli yang aman dan nyaman di masa pandemi Covid-19. Dengan demikian, melalui adanya bermacam-macam inovasi tersebut akan membuat UMKM dan koperasi dapat bangkit setelah terdampak pandemi.

    Kemudian yang terakhir dan terpenting adalah pengabdian kepada masyarakat. Melalui penelitian dan pengembangan, pemuda dituntut untuk mencari solusi permasalahan ditengah masyarakat sebagai wujud dari pengabdian. Pemuda dituntut untuk terjun langsung untuk membagi ilmu pengetahuan yang diperoleh untuk mengembangkan kondisi ekonomi masyarakat. Melalui pengabdian, seorang pemuda dapat berusaha mengukuhkan eksistensi UMKM dan koperasi dengan bermacam-macam penyuluhan yang diperoleh dari pembelajaran, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Penyuluhan tentunya dapat menggandeng berbagai bentuk ilmu pengetahuan sesuai dengan bidang yang pemuda tersebut pelajari. Seperti membuat penyuluhan penggunaan media transaksi jual beli berbasis digital untuk membantu usaha UMKM dan koperasi di masa pandemi Covid-19.

 

Kesimpulan

    Kesimpulan dari pemaparan-pemaparan di atas merupakan beberapa hal yang dapat digunakan sebagai acuan saat akan menggagas kembali peran pemuda dalam mengembangkan UMKM dan koperasi. Melalui hal-hal tersebut, tentu pemuda dapat menjadikan UMKM dan koperasi untuk mengembangkan ekonomi setiap pelaku usahanya agar mampu bertahan di masa pandemi jika serius diterapkan. Di sisi lain, harapannya para pengusaha besar dan akademisi ahli koperasi juga dapat turun andil untuk selalu mengabdi kepada pelaku usaha UMKM dan koperasi agar setiap elemen masyarakat dapat memanfaatkan situasi dan kondisi untuk selalu berinovasi dalam menjalankan usaha dan bersama-sama menggagas peran UMKM dan koperasi sebagai salah satu solusi pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Sebagai seorang pemuda harus yakin bisa membangun bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik dan maju. Semoga di masa pandemi Covid-19 ini dapat meningkatkan peran pemuda untuk menjaga keadaan ekonomi dari berbagai ancaman resesi dan memulihkan ekonomi bangsa Indonesia.

 

Daftar Pustaka

Dina Mirayanti Hutauruk, “Tangkal dampak resesi, berikut tujuh saran pengamat”, keuangan.kontan.co.id, 29 September 2020 (Diakses pada 23 Oktober 2021 di    laman    https://keuangan.kontan.co.id/news/tangkal-dampak-resesi-berikut- tujuh-saran-pengamat-umkm)

Yohanes Mega Hendarto, “Di Balik Melambungnya Harga Hand Sanitizer dan Masker    Saat Wabah Covid-19”, kompas.id, 1 April 2020 (Diakses pada 23 Oktober         2021 di laman https://www.kompas.id/baca/riset/2020/04/01/di-balik-  melambungnya-hand-sanitizer-dan-masker-saat-wabah-covid-19)

Latifah Hanim dan MS Noorman, UMKM dan dan Bentuk-Bentuk Usahanya,         (Semarang: Unissula Press, 2018), hlm. 34-36.

Bambang Arianto, “Pengembangan UMKM Digital di Masa Pandemi Covid-19”,    Administrasi Bisnis, Volume 6, 2 Desember 2020, hlm. 236.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemilwa UNY 2021 dan Gerakan Politik Alternatif

Menilik UNY Menuju PTN-BH

Rindu Sahabat